Ingatlahbaik-baik, sebab tidak tahu kapan maut (kematian) itu datang, yang pasti bahwa maut (kematian) mutlak pasti ada. Mereka tidak kendur atas apa yang menimpa mereka di jalan Allah, mereka juga tidak melemah, tidak pula mereka mempermalukan diri di hadapan musuh. Dan mereka mengucapkan satu katapun kecuali mereka berkata: "Ya
Ketikamereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya. Luk 23:34: Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.
Imamkepala dan tua-tua berkata kepada Tuhan Yesus bahwa mereka tidak tahu apakah Yohanes pembaptis datang dari surga atau dari manusia (Mat. 21:27). Jawaban mereka adalah bohong. Anak-anak seringkali berbohong dengan mengatakan mereka tidak tahu. Ini adalah jalan yang paling baik bagi mereka untuk menghindari tuduhan.
Sebab kamu tahu bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. untuk membimbing mereka tentang apa yang benar dan tidak. Mereka mendengar Roh Kudus berbicara di dalam hati tetapi mereka tidak begitu mempedulikannya. Mereka tidak lagi menghargai Roh Kudus. Hargai ketika Roh Kudus berbicara di dalam hati kita.
Cintaitu terungkap dalam doa mereka: “Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang telah mereka perbuat”. Serangkai ungkapan ketulusan Yesus ketika Ia tergantung di kayu salib. Ia tidak membenci para serdadu yang telah melukai fisik dan batinNya, malahan Ia mendoakan mereka kepada Bapa di surga.
1 Ampunilah Mereka. Yesus berkata: ‘Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.’ Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaianNya. (Lukas 23:34). Mereka yang menyalibkan Yesus tidak menyadari lingkup sepenuhnya dari apa yang mereka lakukan, karena mereka tidak mengakui Yesus sebagai Mesias.
. Sejumlah besar orang mengikuti Dia; di antaranya banyak perempuan yang menangisi dan meratapi Dia. Yesus berpaling kepada mereka dan berkata ”Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu! Sebab lihat, akan tiba masanya orang berkata Berbahagialah perempuan mandul dan yang rahimnya tidak pernah melahirkan, dan yang susunya tidak pernah menyusui. Maka orang akan mulai berkata kepada gunung-gunung Runtuhlah menimpa kami! dan kepada bukit-bukit Timbunilah kami! Sebab jikalau orang berbuat demikian dengan kayu hidup, apakah yang akan terjadi dengan kayu kering?” Dan ada juga digiring dua orang lain, yaitu dua penjahat untuk dihukum mati bersama-sama dengan Dia. Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya. Yesus berkata ”Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya. Orang banyak berdiri di situ dan melihat semuanya. Pemimpin-pemimpin mengejek Dia, katanya ”Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah.” Juga prajurit-prajurit mengolok-olokkan Dia; mereka mengunjukkan anggur asam kepada-Nya dan berkata ”Jika Engkau adalah raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!” Ada juga tulisan di atas kepala-Nya ”Inilah raja orang Yahudi”.
Pertanyaan Jawaban Penulis Injil Lukas tidak menyatakan siapa penulisnya. Melalui Injil Lukas 11-4 dan kitab Kisah Para Rasul 11-3, tersaji fakta bahwa penulis kedua kitab ini adalah orang yang sama. Kedua kitab ini ditujukan kepada "Teofilus yang mulia," yang kemungkinan besar merupakan seorang petinggi Romawi. Tradisi dari gereja mula-mula menyatakan Lukas, seorang dokter dan teman dekat Rasul Paulus, sebagai orang yang menulis Injil Lukas dan kitab Kisah Para Rasul ini Kolose 414; 2 Timotius 411. Jika benar, maka Lukas merupakan satu-satunya penulis non-Yahudi di Alkitab. Tanggal Penulisan Injil Lukas kemungkinan besar dituliskan dalam kurun waktu antara tahun 58- 65. Tujuan Penulisan Sama halnya dengan Injil Matius dan Markus - kitab ini bertujuan menyatakan siapa Yesus Kristus dan "segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus, sampai pada hari Ia terangkat" Kisah 11-2. Injil Lukas punya nilai unik karena di dalamnya terdapat fakta sejarah – karena ia "membukukannya dengan teratur" Lukas 13 sesuai dengan pikiran Lukas yang sangat teratur - yang kadang menyediakan detil yang mungkin terlewatkan dalam Injil lainnya. Lukas mencatat perjalanan kehidupan Sang Tabib Agung dengan berfokus pada pelayananNya - dan belas kasihanNya terhadap - kaum non-Yahudi, orang Samaria, wanita, anak-anak, pemungut cukai, pendosa, dan mereka yang dianggap dari kalangan terbuang di Israel. Ayat Kunci Lukas 24-7 "Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, -karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud- supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung. Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan." Lukas 316, "Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu 'Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.'" Lukas 418-19, 21 "'Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.' Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya 'Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.'" Lukas 1831-33 "Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu berkata kepada mereka 'Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan segala sesuatu yang ditulis oleh para nabi mengenai Anak Manusia akan digenapi. Sebab Ia akan diserahkan kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, diolok-olokkan, dihina dan diludahi, dan mereka menyesah dan membunuh Dia, dan pada hari ketiga Ia akan bangkit.'" Lukas 2333-34 "Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya. Yesus berkata 'Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.' Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya." Lukas 241-3 "Tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka. Mereka mendapati batu sudah terguling dari kubur itu, dan setelah masuk mereka tidak menemukan mayat Tuhan Yesus." Rangkuman Dijuluki sebagai salah satu kitab yang terindah yang pernah ditulis, Lukas memulainya dengan menceritakan kisah mengenai orang tua Yesus; kelahiran sepupuNya, Yohanes Pembaptis; perjalanan Yusuf dan Maria ke Betlehem, di mana Yesus dilahirkan di palungan; dan silsilah keluarga Yesus melalui Maria. Belas kasihanNya yang sempurna dan pengampunan dinyatakan melalui kisah anak yang hilang, Lazarus dan orang kaya, dan orang Samaria yang baik. Meskipun banyak orang mempercayai kasih seharusnya melampaui batasan SARA, banyak pengajar dari kalangan beragama - menentang klaim Yesus. Melalui Injil ini, pengikut Kristus diingatkan untuk memperhitungkan resiko pemuridan yang harus dipertaruhkan, sementara musuh Yesus berupaya membunuhNya di kayu salib. Pada akhirnya, Yesus dikhianati, dihakimi, dijatuhi hukuman mati, dan disalibkan. Akan tetapi, kuburan tak mampu menahanNya. KebangkitanNya memastikan kelanjutan dari pelayananNya demi mencari dan menyelamatkan mereka yang hilang. Hubungan Sebagai orang non-Yahudi, rujukan Perjanjian Lama yang dipakai Lukas terbilang relatif sedikit dibandingkan Injil Matius. Sebagian besar rujukan itu merupakan kutipan langsung ucapan Yesus, tidak dimasukkan sebagai narasi. Misal saja ketika Yesus merujuk Perjanjian Lama sebagai pertahanan terhadap serangan Setan, dengan menjawab "Ada tertulis.." Lukas 41-13. Kutipan itu dipakai untuk menyatakan DiriNya sebagai Mesias yang dijanjikan bagi bangsa Israel Lukas 417-21; sebagai peringatan kepada orang Farisi atas kelalaian mereka dalam memelihara seluruh Hukum dan sekaligus mengingatkan kebutuhan manusia atas Juruselamat Lukas 1025-28, 1818-27; dan membongkar kemunafikan mereka ketika mereka mencoba menjebak dan menipuNya Lukas 20. Praktek Injil Lukas memberi kita sebuah gambaran yang indah mengenai Juruselamat yang dipenuhi belas kasihan. Yesus tidak mengabaikan fakir miskin dan kelompok marginal yang berkekurangan. Sebaliknya, mereka justru menjadi fokus utama pelayananNya. Pada jaman Yesus, masyarakat Israel membeda-bedakan manusia berdasarkan kelas sosialnya. Mereka yang lemah dan tertindas tidak berdaya memperbaiki nasib mereka dan justru sangat terbuka kepada pesan yang berbunyi "Kerajaan Allah sudah dekat padamu" Lukas 109. Pesan ini seharusnya kita bawa kepada setiap orang di antara kita yang sangat butuh mendengarnya. Bahkan di negara yang teramat kaya, kebutuhan rohani tersebut sangatlah tinggi. Pengikut Kristus harus mengikuti contoh Yesus ini, dengan membawa berita keselamatan kepada mereka yang miskin secara rohani. Kerajaan Allah sudah dekat dan waktu yang tersisa semakin berkurang tiap Survei Perjanjian Baru Injil Lukas
ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat